Sabtu, 05 Agustus 2017

PENERIMA SEKOLAH ADIWIYATA 2017

24 Penerima Sekolah Adiwiyata Mandiri



Jakarta (BIB) - Pada tahun 2017 ini hanya 24 sekolah yang menerima penghargaan Sekolah Adiwiyata (Sekolah Berbudaya Lingkungan) yang diberikan langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Sekolah tersebut terdiri dari 14 SD, 7 SMP, 2 SMA dan 1 SMK. 

Penghargaan Sekolah Adiwiyata sudah dilaksanakan sejak tahun 2006. Tercatat dari tahun 2006 hingga tahun 2016 sudah ada 7.278 sekolah yang sudah pernah mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata.

Selain penghargaan ADIWIYATA MANDIRI, piala Adiwiyata dan Piagam Adiwiyata juga diberikan kepada 89 sekolah diseluruh Indonesia.

Berikut ini daftar 24 sekolah penerima Adiwiyata Mandiri 2017 :

SEKOLAH PENERIMA ADIWIYATA MANDIRI 2017

NO
SEKOLAH
KAB/KOTA
PROVINSI
(01)
(02)
(03)
(04)
I
Sekolah Dasar
1
SDIT IGRA’ 1
Kota Bengkulu
Bengkulu
2
SDN TOTAL PERSADA
Kota Tangerang
Banten
3
SDN WIJAYA KUSUMA 02
Kota Jakarta Barat
DKI Jakarta
4
SDN 2 SUKAMANAH
Kota Tasikmalaya
Jawa Barat
5
SDN GIWANGAN
Kota Yogyakarta
DI Yogyakarta
6
SD-YVPDP BONTANG SELATAN
Kota Bontang
Kalimantan Timur
7
SDN 006 TANJUNG SELOR
Kab. Bulungan
Kalimantan Utara
8
SDN 02 AMURANG
Kab. Minahasa Selatan
Sulawesi Utara
9
SDN 09 LIMBOTO
Kab. Gorontalo
Gorontalo
10
SDN 22 PALU
Kota Palu
Sulawesi Tengah
11
SD INPRES 029 SUMBERJO WONOMULYO
Kab. Plewali Mandar
Sulawesi Barat
12
SDN TANGGUL PATOMPO 1
Kota Makassar
Sulawesi Selatan
13
SDN 9 MANDONGA
Kota Kendari
Sulawesi Tenggara
14
SD YPK1 SENASABA
Kota Jayapura
Papua
II
Sekolah Menengah Pertama
1
SMPN 1 PANTAI CERMIN
Kab. Serdang Bedagai
Sumatera Utara
2
SMPN 2 PULAU PUNJUNG
Kab. Dharmasraya
Sumatera Barat
3
SMPN 20 PEKANBARU
Kota Pekanbaru
Riau
4
SMPN 7 PALEMBANG
Kota Palembang
Sumatera Selatan
5
SMPN 1 LARANGAN
Kab. Pamekasan
Jawa Timur
6
SMPN 4 SINGARAJA
Kab. Buleleng
Bali
7
SMPN 1 PANGKALAN BUN
Kab. Kotawaringin Barat
Kalimantan Tengah
III
Sekolah Menengah Atas
1
SMAN 2 DEMAK
Kabupaten Demak
Jawa Tengah
2
SMAN 4 AMBON
Kota Ambon
Maluku
IV
Sekolah Menengah Kejuruan
1
SMK SPP NEGERI PELAIHARI
Kab. Tanah Laut
Kalimantan Selatan
Sumber : KLHK, diolah Sapulidi Riset Center (SRC) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapulidi, 2017

ADIWIYATA MANDIRI

Pendidikan Lingkungan Hidup merupakan komponen penting dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, terutama untuk merubah perilaku masyarakat agar dapat mengintegrasikan lingkungan dalam setiap pengambilan keputusan. 

Perkembangan pendidikan lingkungan di indonesia telah diupayakan oleh berbagai pihak sejak awal tahun 1970-an, namun masih dilakukan secara sporadic dan parsial. 

Untuk itu diperlukan program pengembangan pendidikan lingkungan hidup yang lebih terencana, konsisten dan terstruktur.

Pada tahun 2006 Kementerian Lingkungan Hidup mencanangkan Program ADIWIYATA sebagai tindak lanjut dari MoU antara Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Menteri Pendidikan Nasional yang bertujuan untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup melalui kegiatan pembinaan, penilaian, dan pemberian penghargaan Adiwiyata kepada sekolah. 

Makna dari Kata ADIWIYATA adalah tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita dan menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan.

Program Adiwiyata dilaksanakan dengan berdasarkan pada prinsif edukatif, partisipatif dan berkelajutan. Program Adiwiyata adalah insentif dan bentuk apresiasi bagi sekolah-sekolah yang menunjukkan komitmen dan mau bekerja keras untuk bisa memenuhi 4 (empat) komponen yang ditentukan yaitu:
  1. Kebijakan sekolah berwawasan lingkungan,
  2. Kurikulum berbasis lingkungan,
  3. Kegiatan lingkungan berbasis partisipatif dan
  4. Pengelolaan sarana prasarana pendukung ramah lingkungan.
Program adiwiyata mendorong tumbuhnya sekolah dengan tata kelola yang baik yang dapat memberikan pembelajaran warga sekolah untuk bertanggungjawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. 

Diharapkan dengan program Adiwiyata ini, warga sekolah diajarkan untuk peduli dan berbudaya lingkungan serta berkarakter cinta lingkungan. 

Sekolah Adiwiyata sebagai satu komunitas pendidikan memberikan kontribusi yang sangat penting bagi pengelolaan lingkungan hidup. Berbagai upaya pengelolaan lingkungan yang dikembangkan di sekolah, seperti pembuatan biopori, sumur resapan, penghijauan, pembibitan TOGA, green house, pengomposan dan pengurangan serta pemilahan sampah. 

Jika seluruh kegiatan pengelolaan lingkungan hidup yang dikembangkan di sekolah dijumlahkan secara kumulatif, maka hal itu dapat menunjukkan kontribusi yang signifikan dari komunitas pendidikan formal dalam pengelolaan lingkungan hidup; hal lain seluruh kegiatan tersebut dapat mendorong terwujudnya generasi peduli dan berbudaya lingkungan. 

Program Adiwiyata dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi dan Nasional. Program Adiwiyata Tingkat Nasional terdiri dari Adiwiyata Mandiri dan Adiwiyata Nasional. 

Adiwiyata Mandiri diberikan kepada sekolah yang telah mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional, telah membina minimal 10 sekolah imbas/binaan yang belum menjadi sekolah Adiwiyata sampai menjadi sekolah Adiwiyata Kabupaten/Kota dan pada saat penilaian tahun berjalan memiliki nilai minimal 72.

Tahapan pelaksanaan program adiwiyata mandiri 2017 meliputi:
  • Pengusulan oleh Instansi Lingkungan Hidup Provinsi dan Penerimaan Dokumen Calon Sekolah Adiwiyata Mandiri (CSAM) Tahun 2017 Dilaksanakan pada bulan Januari 2017 s.d. Februari 2017, dengan total     usulan sebanyak 310 sekolah yang berasal dari 130 kabupaten/kota dan 27 provinsi;
  • Seleksi Administrasi yaitu memeriksa kelengkapan dan kesesuaian dokumen persyaratan administrasi Dilaksanakan pada bulan Maret 2017 terhadap 310 CSAM dengan jumlah sekolah yang lolos seleksi           administrasi sebanyak 215 sekolah;
  • Penilaian Dokumen yaitu menilai 33 capaian berdasarkan kriteria Adiwiyata Mandiri (4 komponen dan 8 standar) Penilaian dokumen dilakukan terhadap 215 sekolah pada bulan April 2017 dengan jumlah         sekolah yang lolos sebanyak 128 sekolah (nilai 33 capaian minimal 72);
  • Verifikasi Lapangan yaitu mengecek kebenaran bukti bukti capaian kriteria sekolah adiwiyata mandiri Verifikasi lapangan dilaksanakan di 128 sekolah pada bulan Mei 2017 dengan jumlah sekolah yang lolos     sebanyak 113 sekolah (nilai verifikasi lapangan minimal 72);
  • Penetapan 113 sekolah dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.301/MENLHK/P2SDM/SDM.2/6/2017 tentang Sekolah Adiwiyata Mandiri Tahun 2017.
Sedangkan penerima Adiwiyata lainnya terdiri dari 53 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), 29 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 2 Madrasah Tsanawiyah (MTs), 19 Sekolah Menengah Atas (SMA), 3 Madrasah Aliyah (MA), dan 7 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Sehingga total sekolah yang memperoleh Adiwiyata tahun 2017 ini sebanyak 113 sekolah. 

#BangImamBerbagi #KLHK #Adiwiyata #2017

Sumber : Pusat Pelatihan Masyarakat dan Pengembangan Generasi Lingkungan (PUSLATMAS DAN PGL), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), diolah oleh Sapulidi Riset Center (SRC) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapulidi, 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan memberikan komentar yang tidak menghasut, memfitnah, dan menyinggung sara.

komentar menjadi tanggung jawab pemberi komentar.

jika komentar lebih panjang dan memerlukan jawaban bisa ke bangimam.kinali@gmail.com dan SMS/WA 085739986767

twitter: @BangImam

facebook: Bang Imam Kinali Bekasi